21 Tari Tradisional Jawa Timur Lengkap dengan Penjelasan Rincinya - Keza Felice
News Update
Loading...

Rabu, 15 September 2021

21 Tari Tradisional Jawa Timur Lengkap dengan Penjelasan Rincinya

 




Penulis: Keza Felice

Mengetahui ragam jenis tarian tradisional merupakan salah satu cara untuk melestarikan kebudayaan Indonesia. Seperti halnya dengan menilik tari tradisional Jawa Timur yang hingga kini masih populer dan terjaga kelestariannya.

Indonesia memang dikenal sebagai negara yang kaya akan tradisi dan budayanya, termasuk juga Pulau Jawa dan salah satunya yakni Jawa Timur. Pada umumnya setiap tarian akan menjadi ciri khas dari daerah itu sendiri.


Tari Tradisional Jawa Timur yang Populer Terlengkap

Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mempunyi beberapa ragam seni dan budayanya dikenal hingga mancanegara. Beberapa di antaranya seperti Tari Reog Ponorogo, Tari Thengul, Tari Gandrung, dan Tari Remo.

Selain daripada itu, masih banyak tari tradisional Jawa Timur yang perlu kamu ketahui sebagai langkah untuk melestarikan budaya. Setidaknya dengan mengetahui ragam jenisnya, kamu jadi lebih mudah untuk mengajarkannya kepada orang lain sehingga seni dan budaya Indonesia tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Berikut beberapa tarian tradisional dari Provinsi Jawa Timur.

1. Tari Remo

Tari Remo biasanya dilakukan dengan gerakan kaki yang menghentak dan juga tatapan mata dengan sorot tajam. Tarian ini sering kali digunakan untuk ‘pembuka’ ataupun menyambut kedatangan tamu pada acara-acara formal maupun informal. Tarian ini dilakukan oleh pria maupun wanita.

Menurut sejarah, diketahui Tari Remo ini diciptakan pertama kali di daerah Jombang oleh seniman jalanan. Namun, adanya akulturasi budaya memunculkan berbagai versi tarian Remo seperti Tari Remo Sawunggaling, Malangan, dan Surabaya.

Konsep Tari Remo ini yaitu menggambarkan perjuangan seroang pangeran yang kuat dan gagah perkasa di medan pertempuran. Pada pementasan awalnya, tarian ini dikenalkan dengan cara berkeliling di jalanan. Akan tetapi akhirnya Tari Remo dikenal juga di berbagai daerah Indonesia.

Bahkan yang membanggakan lagi yakni tarian ini dikenali hingga mancanegara. Karena biasanya tarian Remo juga dilakukan untuk menyambut tamu-tamu negara. Dan juga sering kali ditampilkan dalam acara festival seni daerah untuk melestarikan budaya Jawa Timur.

Baca Juga: Mengenal Lebih dalam Tentang Tari Sirih Kuning dari Daerah Betawi Terlengkap

2. Tari Gandrung

Tari tradisional Jawa Timur selanjutnya yakni Tari Gandrung. Seni tari yang satu ini berasal dari daerah Banyuwangi. Pada awalnya tarian ini dilaksanakan sebagai salah satu cara untuk memanjatkan rasa syukur kepada Dewi Sri sang Dewi Padi. Pada umumnya Tari Gandrung dilakukan setelah para petani menuai padi.

Tari Gandrung biasa disajikan dengan iringan musik yang sangat khas, yakni perpaduan antara budaya Bali dan Jawa. Saat ini Tari Gandrung khas Banyuwangi juga dipentaskan di berbagai acara petik laut, perkawinan, tujuh belasan, khitanan, maupun acara-acara resmi lainnya.

Dahulunya tarian ini dilakukan oleh pria yang didandani layaknya seorang perempuan. Akan tetapi seiring perkembangan waktu, Tari Gandrung jadi lebih sering ditarikan oleh perempuan saja. Para penarinya akan menggunakan mahkota di kepada yang disebut sebagai omprok. Mahkota tersebut terbuat dari kulit kerbau yang sudah disamak.

Terdapat pula hiasan atau ornamen berwarna merah dan emas. Juga terdapat ornamen tokoh Anthasena, putra Bima yang mempunyai kepala manusia raksaksa dan berbadan ular.

Tari Gandrung ini dilakukan secara berpasangan antara pria (pemaju) yang dikenal dengan sebutan paju dan wanita (penari gandrung). Tari ini dibagi lagi menjadi beberapa tarian, yakni Jejer Gandrung, Seblang Lukinto, Paju Gandrung, Gandrung Dor, Seblang Subuh, Gama Gandrung, gandrung Marsan dan Jaripah.

Beberapa pembagian tersebut berdasarkan babak pertunjukannya, yang sifatnya dramatis dan mistis, atau karena musik pengiringnya. Pada umumnya pertunjukan Tari Gandrung diiringi oleh Gamelan Osing.

3. Tari Batik Pace

Tari Batik Pace ternyata merupakan tari tradisional Jawa Timur yang terinspirasi dari hobi Tumenggung Setraketipa, pendiri Kota Pacitan. Dia yang sedang membangun kota itu menyempatkan waktu di sela-sela kesibukannya untuk mengonsumsi sari buah pace. Konon setelah meminum sari pace, dia akan menjadi kuat.

Buah tersebut ternyata banyak tumbuh di daerah Pacitan, sehingga masyarakat meyakini bahwa nama Pacitan bermuala pada kalimat “pace sak pengetan” yang mempunyai arti sebagai tempat buah pace.

Tarian Batik Pace ini dilakukan oleh lima penari perempuan. Pertunjukannya dibuka dengan gerakan memutar cepat di panggung setelah mereka memasuki area pentas. Kemudian para penari akan membentuk suatu formasi. Pada tahap ini dua penari akan menempati sudut kanan panggung sedangkan tiga orang lainnya menempati sudut kiri panggung. Setelah itu para penari akan mengambil kain batik pace dan meletakkannya pada bagian belakang pinggul masing-masing.

Tari ini diciptakan oleh seorang pendiri Sanggar Blarak Pacitan bernama Anang. Tari ini mengakomodasi sejarah dari buah pace (mengkudu) dan juga sebagai langkah untuk memperkenalkan karya khas Pacitan berupa batik Pace.

4. Tari Kethek Ogleng

Tari tradisional Jawa Timur yang juga banyak mengundang perhatian yakni Tari Kethek Ogleng. Tarian ini biasanya dilakukan oleh 4 penari yang terdiri dari 3 orang perempuan dan 1 orang penari laki-laki. Pada pementasannya, seorang penari laki-laki berperan sebagai manusia kera. Dan pada dasarnya tarian ini memang menirukan gerakan ataupun tingkah laku hewan kera.

Tarian ini diciptakan oleh Sutiman atau yang dikenal dengan nama Sukiman. Dia menciptakan tarian ini pada tahun 1964. Tari Kethek Ogleng ini disebut sebagai sebuah tarian karena di dalamnya terdapat dua struktur penting, yakni struktur batin dan lahir. Pada saat pementasannya, para penari akan menggunakan kostum kera putih. Para penari akan bergerak lincah terlebih karena diiringi oleh tabuhan gamelan yang merdu.

Unsur tarian Kethek Ogleng juga berasal dari sebuah cerita tentang Kerajaan Kediri dan Jenggala. Konon tarian ini mengisahkan tentang seekor kera jerlmaan dari Raden Panji Asmorobangun, putra dari Raja Kediri dan juga kekasih hatinya bernama Dewi Sekartaji yang merupakan putri dari Raja Jenggala.

5. Tari Reog Ponorogo

Apabila diminta untuk sebutkan 3 tarian dari Jawa Timur, pasti banyak orang akan menyebutkan Tari Reog Ponorogo terlebih dahulu. Tarian ini memang sudah sangat dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Tak heran bila tari ini menjadi sangat populer bahkan dikenal juga hingga mancanegara.

Tarian ini juga dikenal dengan sebutan Dadak Merak atau topeng besar kepala harimau dan juga adanya bulu merak yang terdapat di atasnya. Tari Reog Ponorogo ini telah dikenali oleh negara lainnya. Warga dunia juga dibuat terkesima dan kagum terhadap pertunjukan Reog Ponorogo seperti saat pementasan di London, Rusia, Los Angeles, Venezuela, Spanyol, Korea, Suriname, Filipina, dan masih banyak lagi.

Pertunjukan reog ponorogo ini melibatkan penari yang harus membawa kostum reog dengan ukuran sangat besar. Bahkan diperkirakan untuk ukuran satu reog mencapai berat 50 Kg. Terkadang juga akan hadir penari jatil yang semakin memperindah tarian ini. Jatil adalah para penari pengiring reog berkuda.

Beberapa tokoh dalam tari tradisional Jawa Timur Reog Ponorogo adalah warok, Jathil, Barongan atau Dadak Merak, Klono Sewandono, Ganongan atau Bujang Ganong. Tokoh-tokoh tersebutlah yang menjadi inspirasi hadirnya tarian Reog Ponorogo.

Tari Tradisional dari Jawa Timur yang  Tetap Populer

Selain dari beberapa tari di atas yang telah dilengkapi dengan penjelasannya, berikut beberapa tarian tradisional Jawa Timur yang perlu diketahui.

1. Tari Thengul

Tarian ini merupakan tari tradisional dari Bojonegoro yang terinspirasi dari kesenian Wayang Thengul. Tarian ini biasanya dipentaskan oleh penari secara berkelompok. Kostum yang digunakan, gerakan, serta ekspresi para penari juga menyerupai Wayang Thengul.

2. Tari Topeng Guro Gudho

Tarian Jawa Timur dan gambarnya yang kerap kali mengundang rasa penasaran adalah tari Topeng Guro Gudho. Tarian ini disebut-sebut mirip dengan tari Reog Ponorogo. Hanya saja ukurn topeng Barongan yang digunakan para penari tidak sebesar reog.

3. Kuda Lumping

Kuda Lumping juga merupakan tari tradisional Jawa Timur yang tak kalah populer. Tarian yang satu ini juga bisa disebut sebagai Jathilan dan juga berasal dari Ponorogo. Tarian Kuda Lumping menampilkan para prajurit gagah yang menunggangi kuda. Namun, kuda yang digunakan dalam pertunjukan tarian ini hanya terbuat dari bambu dan bukan kuda yang sesungguhnya.

4. Tari Seblang

Tari Seblang adalah tari tradisional yag berasal dari Banyuwangi. Dan juga hanya bisa dijumpai di dua desa yakni dalam wilayah kecamatan Glagah: Desa bakungan dan Olehsari. Tarian ini dilakukan untuk keperluan bebersih desa dan acara tolak bala.

5. Tari Taledhek

Kesenian tari ini merupakan pertunjukan yang sudah ada sejak masa kerajaan jaman kuno. Pada masanya, tarian ini sering kali digunakan sebagai pertunjukan oleh keluarga bangsawan ataupun kerajaan. Saat ini Tari Taledhek juga masih sering dipentaskan untuk acara-acara tertentu, seperti pesta dan acara lainnya.

Tarian Tradisional Jawa Timur yang Terkenal Lainnya

Berikut beberapa jenis tari tradisional Jawa Timur yang masih dilestarikan hingga kini.

  • Tari Tayub
  • Tari Jejer
  • Tari Seblang
  • Tari Lahbako
  • Tari Lenggang
  • Tari Muang Sakal
  • Tari Singo Ulung
  • Tari Sparkling Surabaya
  • Tari Topeng Malangan
  • Tari Jaranan Buto
  • Tari Reog Kendang,
  • dan masih banyak lagi lainnya.

 

Dari beberapa tari tradisional Jawa Timur ini mana saja yang sudah kamu ketahui? Melestarikan budaya bangsa Indonesia merupakan suatu keharusan untuk masyarakat yang tinggal di dalamnya. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga peninggalan sejarah yang telah diwariskan secara turun temurun agar tidak tergerus oleh waktu dan kemodernan yang kian berkembang.

 

 

Share with your friends

4 komentar

  1. Banyak juga yee Tang Tarian dari Jatim....Meski pada umumnya orang lebih mengenal Tari Reog Ponorogo..😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang, soalnya udh populer banget. Jd identiknya sama tarian itu. Pdhal mash banyak tari lainnya yak😅

      Hapus
  2. Berasa lagi belajar seni tari kak hehe
    Jujur aku gak terlalu paham soal tarian cuma tau beberapa aja nih. Dan baru tau kalau di jawa timur banyak banget jenis tariannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhehee belajar bersama. Kalo gak dipelajari nanti gakda yang inget lagi tari² daerahnya😅

      Iya di JaTim ada lbh banyak dripada yang udh aku sebutin. Tp yg populer emang hanya beberapa aja.

      Hapus

Hi! Aku Keza Felice, seorang Content Writer, Ghost Writer, Penulis Novel, dan penikmat musik. Terima kasih sudah berkenan mampir. Untuk mengenaliku lebih dekat lagi, silakan kunjungi Instagram @Keza236_queen

Notification
Selamat Datang di Blog Keza Queen.
Done